KUNINGAN,iNEWS.ID–Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menunjukkan sikap tegas terhadap aktivitas penambangan ilegal yang dinilai merusak lingkungan, khususnya di kawasan kaki Gunung Ciremai.
Ketegasan itu ditunjukkan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya secara diam-diam ke lokasi penambangan batu yang diduga ilegal.
Dalam sidak tersebut, KDM mendapati langsung aktivitas penambangan yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem, merusak sumber mata air, serta meningkatkan ancaman bencana ekologis di kawasan pegunungan. Lokasi penambangan tersebut kuat diduga berada di wilayah perbatasan Kabupaten Kuningan dan Cirebon.
Momen sidak itu terungkap melalui unggahan akun TikTok KDM yakni dedimulyadiofficial, yang diposting pada Kamis (15/1). Dalam video tersebut, KDM menegaskan bahwa aktivitas perusakan lingkungan tidak akan luput dari pengawasan pemerintah, meskipun dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
"Ini di kaki Gunung Ciremai ada aktivitas nambang batu. Disangkanya saya tidak akan tahu. Saya datang diam-diam ke sini,”ujar Dedi di lokasi penambangan.
Ia menegaskan, penindakan akan dilakukan tanpa pandang bulu. Baik pelaku yang disebut-sebut sebagai orang besar maupun orang kecil, seluruhnya akan diproses jika terbukti melakukan perusakan lingkungan.
"Siapa pun yang merusak di kaki Gunung Ciremai, apapun kegiatannya yang mengganggu ekosistem, merusak sumber air, dan membuat gunung terancam serta menimbulkan bencana, saya pasti akan mengambil tindakan,”tegasnya.
Menurutnya, metode sidak tanpa pemberitahuan sengaja dilakukan agar pengawasan berjalan efektif. Sebab sidak yang diumumkan sebelumnya, justru memberi celah bagi pelaku pelanggaran untuk menghindari penertiban.
"Kalau sidak diberi tahu dulu, nanti bisa kabur sebelum saya datang,”katanya.
Dalam kesempatan itu, KDM memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal akan ditertibkan dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah ini disebutnya sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga kawasan strategis lingkungan, khususnya daerah pegunungan dan resapan air.
Pemprov Jawa Barat juga menegaskan akan terus memperketat pengawasan di wilayah rawan kerusakan lingkungan, guna mencegah bencana ekologis serta melindungi keselamatan masyarakat yang bergantung pada keberlanjutan alam.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
