Polemik Pinjaman Daerah, Pengamat Dorong Eksekutif-Legislatif Buka Notulen Anggaran

Andri Yanto
Ilustrasi Gedung Sekretariat DPRD Kabupaten Kuningan, Jabar. Foto: dok.iNewsKuningan

KUNINGAN,iNEWS.ID–Perdebatan terbuka yang terjadi di internal legislatif, bahkan merembet menjadi silang pendapat antara legislatif dan eksekutif terkait klaim keberhasilan pemerintah daerah mengakhiri fenomena gagal bayar, dinilai justru menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Pengamat Kebijakan Publik, Sujarwo, menilai polemik tersebut telah menempatkan publik pada posisi serba bertanya. Masyarakat, kata dia, dibuat ragu untuk menentukan narasi mana yang seharusnya dipercaya, apakah versi legislatif atau klaim yang disampaikan pihak eksekutif.

"Yang dipahami masyarakat secara umum, pembahasan anggaran yang melahirkan Perda APBD maupun APBD Perubahan itu dilakukan bersama antara legislatif dan eksekutif sebagai satu kesatuan penyelenggara pemerintahan,”ujar Sujarwo, Selasa (13/1).

Menurutnya, ketika Perda APBD dan APBD Perubahan telah disahkan dan kemudian dieksekusi oleh eksekutif, seharusnya tidak lagi memunculkan perdebatan berkepanjangan di ruang publik. Apalagi jika polemik tersebut tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Editor : Andri Yanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network