Wamendagri di Kuningan: Hentikan Berburu Superman, Saatnya Bangun Super Tim Birokrasi
"Birokrasi sering dianalogikan membutuhkan sosok superman atau superwoman. Namun sejatinya, yang lebih kita butuhkan adalah super tim. Retret ini merupakan bagian dari upaya membentuk super tim tersebut,”tegas Akhmad Wiyagus.
Ia menjelaskan, retret menjadi instrumen strategis pemerintah dalam membangun keselarasan visi dan misi antara pemerintah pusat dan daerah. Keselarasan ini dinilai penting agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan, sekaligus memperkuat pemahaman aparatur daerah terhadap program strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045.
"Melalui retret ini, diharapkan kapasitas dan integritas pejabat administrator semakin meningkat, serta mampu menyusun strategi pembangunan daerah yang lebih terarah, selaras, dan berkelanjutan,”terangnya.
Sementara Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar menyampaikan bahwa retret dirancang sebagai ruang refleksi bagi para pejabat administrator. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk sejenak keluar dari rutinitas birokrasi agar muncul energi dan perspektif baru dalam bekerja.
"Kegiatan ini kami rancang sebagai ruang jeda. Ketika kita keluar dari rutinitas, akan muncul energi baru dan energi positif untuk memberikan yang terbaik dalam bekerja dan melayani masyarakat,”ujar Bupati Dian.
Bupati juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas manajerial, penguatan integritas, serta sinergitas antar perangkat daerah dalam menghadapi dinamika dan kompleksitas persoalan pembangunan. Aparatur Sipil Negara tidak hanya dituntut bekerja keras, tetapi juga bekerja dengan nilai dan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui retret ini, Pemda Kuningan berharap dapat membangun kepemimpinan birokrasi yang adaptif, berintegritas, serta mampu bergerak bersama dalam satu irama pembangunan daerah.***
Editor : Andri Yanto