Perbaikan Bertahap, Dinas PUTR Kuningan Prioritaskan Jalan Kondisi Rusak Berat
KUNINGAN,iNEWS.ID - Di tengah keterbatasan anggaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan tetap berupaya mengakselerasi perbaikan infrastruktur jalan. Kondisi sejumlah ruas jalan saat ini, diakui masih banyak kerusakan jalan. Misalkan saja ruas jalan penghubung di wilayah Karangkancana yang menuju Desa Jabranti.
Pemerintah daerah sendiri memperoleh alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dari provinsi sebesar Rp29 miliar di tahun ini. Namun alokasinya difokuskan untuk menangani ruas jalan dengan kondisi rusak berat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kuningan, Teddy Sukmajayadi mengatakan, bahwa strategi penanganan jalan dilakukan dengan membagi peran sumber anggaran. APBD kabupaten diarahkan untuk pemeliharaan rutin, sementara rekonstruksi total mengandalkan DAK dan bantuan dari pemerintah provinsi.
"Jadi kalau tahun ini, khusus penanganan jalan rusak berat ada lima titik yang dibiayai dari DAK. Total anggarannya Rp29 miliar dan insyaallah segera kita laksanakan,”ujar Teddy dalam keterangan persnya, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, salah satu prioritas utama adalah lanjutan perbaikan ruas Cidahu–Luragung, tepatnya pada segmen Gunungkarung menuju Luragung, dengan estimasi anggaran sekitar Rp5 miliar. Sebelumnya, ruas Cidahu–Gunungkarung telah ditangani melalui program Inpres Jalan Daerah.
Selain itu, DAK juga dialokasikan untuk lanjutan perbaikan ruas Cigedang–Cinembeuy, kemudian ruas Kertawana–Wanasaraya. Pada tahun lalu, ruas tersebut telah dicor sepanjang 600 meter dan akan dilanjutkan kembali tahun ini dengan anggaran sekitar Rp5,2 miliar. Sementara satu ruas lainnya adalah Japara–Cikeleng–Cengal.
Namun demikian, Teddy mengakui masih ada sejumlah ruas jalan yang belum dapat tertangani akibat kebijakan fiskal di tingkat provinsi. Salah satunya ruas Gunung Jawa menuju Segong (arah Jabranti) sepanjang kurang lebih tiga kilometer yang kondisinya rusak.
"Ruas itu sebelumnya direncanakan ditangani melalui Bantuan Provinsi. Namun karena anggaran provinsi dipangkas hingga Rp2,4 triliun, akhirnya belum bisa direalisasikan, meski sebelumnya sudah diusulkan lewat anggota DPRD provinsi,”ungkapnya.
Untuk anggaran murni APBD Kabupaten Kuningan tahun 2026, Teddy menyebutkan fokus diarahkan pada pemeliharaan jalan guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran serta penanganan kebencanaan.
"Tahun ini ada peningkatan perhatian. Pemeliharaan jalan untuk Lebaran dialokasikan sekitar Rp6 miliar, sementara penanganan bencana melalui APBD murni mencakup sekitar 25 titik dengan total anggaran kurang lebih Rp10 miliar,”jelasnya.
Ia berharap, seperti tahun-tahun sebelumnya, akan ada tambahan anggaran melalui APBD Perubahan, agar perbaikan jalan kabupaten bisa lebih maksimal.
"Prinsipnya, APBD difokuskan untuk pemeliharaan agar kondisi jalan tetap mantap. Sedangkan untuk rekonstruksi berat, kita terus upayakan melalui DAK dan bantuan provinsi,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto