Atap Rumah Ambruk Diterjang Hujan, BPBD Salurkan Bantuan Darurat
"Struktur kayu atap rumah sudah dalam kondisi lapuk. Saat hujan turun dengan intensitas sedang, rangka atap tidak mampu menahan beban sehingga terjadi ambruk,”ujar Indra Bayu Permana, Senin (2/2).
Selain merusak rumah milik Sahroni yang dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa, ambruknya genteng di bagian belakang juga sempat mengancam rumah tetangga di belakangnya, milik Jaelani (60), yang dihuni satu kepala keluarga dengan delapan jiwa. Sebagian genteng bahkan menimpa kamar mandi rumah tersebut dengan ukuran sekitar 2x4 meter.
BPBD Kuningan mencatat, kerugian materiil meliputi satu unit rumah yang ambruk total serta satu unit rumah lain yang terdampak akibat tertimpa material genteng.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat desa setempat langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, Baznas, dan BPBD Kabupaten Kuningan. BPBD pun segera mengirimkan tim assessment ke lokasi serta menyalurkan bantuan logistik kedaruratan.
"Untuk penanganan awal, kami sudah menurunkan tim assessment dan memberikan bantuan logistik darurat. Pembersihan material reruntuhan akan dilakukan bersama aparat desa dan warga,”jelasnya.
Saat ini, Sahroni beserta keluarganya terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabatnya, Minah (75), yang berada di lokasi aman. BPBD menilai rumah tersebut masuk dalam kategori rumah tidak layak huni, sehingga diperlukan penanganan lanjutan, termasuk koordinasi terkait bantuan perbaikan rumah.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim penghujan yang masih berpotensi menimbulkan bencana serupa.
"Kami mengingatkan warga untuk rutin mengecek kondisi bangunan, khususnya rumah dengan struktur kayu lama, agar kejadian serupa dapat diantisipasi sejak dini,”pungkasnya.
Editor : Andri Yanto