Keseruan Ratusan Pesilat Cilik Bima Suci Unjuk Kemampuan di CFD Kuningan
KUNINGAN,iNEWS.ID–Ratusan pesilat cilik dari Perguruan Pencak Silat Bima Suci tampil memukau dan menyedot perhatian warga saat memadati kawasan Jalan Raya Siliwangi, Kabupaten Kuningan, dalam gelaran Car Free Day (CFD), Minggu (25/1).
Aksi para pesilat dari berbagai satuan latihan (satlat) se-Kuningan tersebut dikemas dalam kegiatan latihan gabungan (latgab) dengan balutan seni Heman Ka Budak (HKB). Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kemampuan sekaligus momen keakraban keluarga besar Bima Suci, dalam rangka memperingati Milad ke-53 perguruan yang telah berdiri lebih dari lima dekade.
Sejak pagi, suasana CFD tampak semakin semarak. Para pesilat berbaris rapi, memperagakan jurus-jurus dasar hingga gerakan seni pencak silat yang memukau mata pengunjung. Kekompakan dan semangat para pesilat, khususnya anak-anak, menciptakan nuansa kekeluargaan yang kental dan penuh energi positif.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh unsur perguruan, mulai dari Guru Besar, Dewan Guru, Pembina, jajaran pengurus, hingga anggota dari berbagai tingkatan. Kebersamaan lintas generasi itu menjadi simbol kuatnya ikatan persaudaraan dalam tubuh Perguruan Pencak Silat Bima Suci.
Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Bima Suci Kabupaten Kuningan, Toto Suripto menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan ganda.
"Selain sebagai rangkaian peringatan Milad ke-53, latihan gabungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, menyamakan jurus dasar di seluruh satlat, serta menumbuhkan rasa kekeluargaan yang kuat di antara keluarga besar Bima Suci,”ujarnya.
Tak hanya menampilkan seni bela diri, perguruan juga menggelar aksi sosial berupa donor darah terbuka di lokasi CFD. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan banyak pengunjung turut ambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa Bima Suci tidak hanya fokus pada pembinaan bela diri, tetapi juga aktif berkontribusi bagi masyarakat.
Saat ini, Perguruan Pencak Silat Bima Suci tercatat memiliki ribuan anggota yang tersebar tidak hanya di Kabupaten Kuningan, tetapi juga di sejumlah daerah lain seperti Purwakarta, Cikijing, Ciamis, hingga Jakarta. Bahkan, perguruan ini telah masuk ke berbagai sekolah di Kuningan, termasuk Sekolah Rakyat yang kini resmi bergabung.
Sementara itu, Nurdijanto, putra almarhum H A Mad Saleh selaku Maha Guru pendiri Perguruan Bima Suci, mengungkapkan rasa bangganya melihat perguruan yang dirintis sang ayah tetap lestari hingga kini.
"Alhamdulillah, Bima Suci masih berdiri kokoh dan seluruh anggotanya terlihat sangat solid. Semoga perguruan ini terus jaya, tidak lekang dimakan waktu, dan silaturahmi antar anggota selalu terjaga. Selamat ulang tahun ke-53 untuk Perguruan Pencak Silat Bima Suci,”tuturnya.
Editor : Andri Yanto