Teror Hewan Buas di Cilebak, Puluhan Kambing Tewas Mengenaskan
Hingga kini, identitas hewan pemangsa masih menjadi misteri. Warga menduga serangan dilakukan oleh kawanan anjing hutan (ajag), namun tak sedikit pula yang meyakini kemungkinan macan tutul turun dari habitat alaminya di kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan permukiman.
Usai kejadian, warga terpaksa melakukan penguburan massal bangkai kambing untuk mencegah bau menyengat dan risiko penyakit. Kerugian materi pun tak terelakkan, menambah beban psikologis para peternak yang kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
Ia mengungkapkan, dinas terkait sempat turun ke lokasi untuk melakukan pendataan korban ternak. Namun demikian, hingga saat ini belum ada langkah teknis maupun upaya mitigasi konkret yang dirasakan warga untuk menghentikan teror tersebut.
Mengantisipasi serangan susulan, warga akhirnya memilih bergerak sendiri. Siskamling darurat kini digelar hampir setiap malam. Para peternak bergiliran berjaga, memantau kandang, dan mengawasi setiap suara mencurigakan dari arah hutan.
"Sekarang warga terpaksa ronda malam, fokus jaga kandang ternak. Semua waspada, karena takut kejadian ini terulang lagi,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto