get app
inews
Aa Text
Read Next : Larangan Sawit di Jabar, Pemda Kuningan Hentikan Penanaman Sejak Maret 2025

Teror Hewan Buas di Cilebak, Puluhan Kambing Tewas Mengenaskan

Selasa, 13 Januari 2026 | 12:09 WIB
header img
Teror hewan buas kembali menghantui warga Kabupaten Kuningan, sebab puluhan ternak kambing tewas dimangsa secara mengenaskan di Desa Bungurberes, Cilebak. Foto: Istimewa

KUNINGAN,iNEWS.ID–Teror hewan buas kembali menghantui warga Kabupaten Kuningan. Dalam sebulan terakhir, kematian massal ternak mengguncang Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak.

Sedikitnya 43 ekor kambing milik peternak ditemukan tewas secara mengenaskan, diduga kuat akibat serangan predator liar yang turun dari kawasan hutan sekitar.

Puncak kejadian terjadi pada Senin (12/1) malam di Dusun Bangbayang. Dalam gelap dan sunyi malam, teror itu kembali berulang.

Sebanyak 16 ekor kambing ditemukan mati di dalam kandang, dengan kondisi tubuh penuh luka robek, bekas gigitan, dan cakaran tajam yang membuat warga bergidik.

Kaur Keuangan Desa Bungurberes, Uju Junaedi, membenarkan rentetan peristiwa mencekam tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (13/1).

"Benar, totalnya sudah sekitar 43 ekor kambing mati dalam kurun satu bulan terakhir. Yang paling parah tadi malam di Dusun Bangbayang, 16 ekor sekaligus. Kondisinya sangat mengerikan, banyak luka bekas gigitan dan cakaran,”ujarnya.

Hingga kini, identitas hewan pemangsa masih menjadi misteri. Warga menduga serangan dilakukan oleh kawanan anjing hutan (ajag), namun tak sedikit pula yang meyakini kemungkinan macan tutul turun dari habitat alaminya di kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan permukiman.

Usai kejadian, warga terpaksa melakukan penguburan massal bangkai kambing untuk mencegah bau menyengat dan risiko penyakit. Kerugian materi pun tak terelakkan, menambah beban psikologis para peternak yang kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan.

Ia mengungkapkan, dinas terkait sempat turun ke lokasi untuk melakukan pendataan korban ternak. Namun demikian, hingga saat ini belum ada langkah teknis maupun upaya mitigasi konkret yang dirasakan warga untuk menghentikan teror tersebut.

Mengantisipasi serangan susulan, warga akhirnya memilih bergerak sendiri. Siskamling darurat kini digelar hampir setiap malam. Para peternak bergiliran berjaga, memantau kandang, dan mengawasi setiap suara mencurigakan dari arah hutan.

"Sekarang warga terpaksa ronda malam, fokus jaga kandang ternak. Semua waspada, karena takut kejadian ini terulang lagi,”pungkasnya.***

Editor : Andri Yanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut