Pihak Disnakertrans pun memberikan apresiasi atas upaya pembinaan yang dilakukan serta membuka peluang sinergi lanjutan. Pertemuan ini turut membahas potensi kerja sama di bidang pelatihan keterampilan dan peningkatan kompetensi kerja berbasis ketenagakerjaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi warga binaan, agar mampu mandiri dan berdaya saing saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali menyampaikan, bahwa koordinasi dengan Disnakertrans merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan. Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar pembinaan tidak berhenti di dalam lapas, tetapi berkelanjutan hingga proses reintegrasi sosial.
"Melalui kolaborasi ini, kami berharap produk peci peupeujeuh karya warga binaan semakin dikenal luas, sekaligus membuka peluang pelatihan dan dukungan pemasaran. Ini sejalan dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam pemberdayaan serta pengembangan UMKM,”ujarnya.
Dengan adanya koordinasi ini, Lapas Kelas IIA Kuningan optimistis pembinaan kemandirian warga binaan dapat berjalan lebih optimal. Tak hanya menciptakan produk bernilai jual, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang siap kembali dan berkontribusi positif di masyarakat.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
