"Kuningan dikenal dengan kualitas udara yang baik, namun kondisi air kita sudah banyak tercemar. Sungai-sungai mulai dipenuhi sampah, dan ini harus menjadi perhatian bersama,”ujarnya, Minggu (30/11).
Ia menegaskan, aksi bersih sungai bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan edukasi publik untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sadar lingkungan.
Senada, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani mengajak masyarakat untuk tidak memandang sungai hanya sebagai aliran air rutin, tetapi bagian dari ekosistem yang menopang kehidupan.
"Sungai bukan hanya bagian dari ekosistem, tetapi sumber kehidupan. Menjaganya berarti menjaga kualitas hidup kita sendiri,”tuturnya, seraya mengajak semua pihak menjaga kebersihan lingkungan secara kolektif.
Ketua Dewan Pengurus Korpri Kuningan, Beni Prihayatno juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Prokasih. Ia berharap Sungai Surakatiga dapat kembali menjadi ruang ekologi yang bersih dan asri.
Sinergi antarunsur pemerintah, masyarakat, hingga komunitas lingkungan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencegah banjir, menjaga kualitas air, sekaligus menanamkan pesan moral bahwa kebersihan sungai adalah investasi untuk keberlanjutan Kuningan di masa depan.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
