Musancab PDIP Kuningan Tersisa 4 Kecamatan, 75 Persen Pengurus Wajah Baru
KUNINGAN,iNEWS.ID–Pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan hingga kini belum sepenuhnya rampung di seluruh kecamatan.
Dari total 32 kecamatan, Musancab baru berhasil dilaksanakan di 28 kecamatan, sementara empat kecamatan lainnya masih terkendala belum terpenuhinya jumlah calon pengurus.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kuningan, Nuzul Rachdy menjelaskan, bahwa keterlambatan Musancab tersebut disebabkan belum terpenuhinya syarat minimal calon pengurus inti atau KSB (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara) di sejumlah kecamatan.
"Musancab ini merupakan bagian dari tahapan konsolidasi organisasi partai setelah Kongres, Konferda hingga Konfercab. Untuk tingkat kabupaten, Konfercab Kuningan sudah menghasilkan kepengurusan DPC periode 2025–2030,”ujar Nuzul, Selasa (3/2).
Ia menuturkan, setelah Konfercab, partai langsung melanjutkan proses pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan melalui Musancab yang dilakukan secara selektif. Proses rekrutmen dimulai dari tahap penjaringan, dilanjutkan dengan tes tertulis hingga wawancara bagi para calon pengurus.
"Alhamdulillah, selama tiga hari pelaksanaan, kami sudah menyelesaikan Musancab di 28 kecamatan. Seluruh hasil tersebut juga telah mendapatkan rekomendasi dari DPD PDI Perjuangan Jawa Barat,”jelasnya.
Adapun empat kecamatan yang Musancab-nya belum dapat dilaksanakan yakni Cidahu, Cibingbin, Subang, dan Selajambe. Nuzul berharap proses di empat kecamatan tersebut dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat.
"Mudah-mudahan dalam dua hari ke depan bisa selesai," ucapnya optimistis.
Ia juga mengungkapkan bahwa komposisi kepengurusan PAC PDI Perjuangan kali ini didominasi oleh wajah-wajah baru. Bahkan, sekitar 75 persen pengurus merupakan kader baru, sebagai bagian dari penyegaran organisasi.
"Untuk kecamatan yang belum bisa dilaksanakan Musancab, kendalanya karena tidak terpenuhi standar minimal calon. Dalam satu PAC harus ada minimal tiga orang calon Ketua dan dua orang pendamping untuk Sekretaris dan Bendahara. Saat proses seleksi dan wawancara, jumlah calon tersebut belum terpenuhi,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto