Legislator Jabar Sebut Banyak Aspirasi Warga Tak Terakomodir Pemprov
"Kami di DPRD itu menjembatani aspirasi rakyat. Eksekutif yang merealisasikan, sementara kami mengawal agar harapan masyarakat, khususnya di desa-desa, bisa diwujudkan dalam bentuk program,”ujar Dudy di hadapan warga.
Ia juga menyinggung sejumlah kebijakan pembangunan di tingkat provinsi, salah satunya pengambilalihan kegiatan desa oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kebijakan tersebut memiliki sisi positif dan negatif.
"Di satu sisi program bisa lebih terjamin berjalan, tapi di sisi lain kearifan lokal bisa terpinggirkan. Pengusaha lokal di desa sering kali tidak terlibat karena kegiatan dikerjakan pihak ketiga dari provinsi. Dampaknya, pelaku usaha lokal bisa gulung tikar,”jelasnya.
Ia mengakui cukup terdampak oleh kebijakan tersebut. Banyak program aspirasi hasil reses yang belum dapat direalisasikan secara maksimal.
"Reses itu menyerap aspirasi rakyat di setiap daerah pemilihan. Namun karena situasi dan kondisi, banyak aspirasi yang akhirnya belum bisa diwujudkan. Saya mohon maaf jika yang bisa direalisasikan masih sangat terbatas,”ungkapnya.
Dudy menjelaskan, daerah pemilihannya mencakup wilayah yang cukup luas yakni Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, dan Kuningan. Kondisi tersebut membuat distribusi program aspirasi harus dibagi secara proporsional.
Meski demikian, Dudy mengaku memiliki ikatan emosional dengan Desa Sukamaju. Ia menyebut dukungan masyarakat setempat, menjadi salah satu faktor penting keberhasilannya kembali terpilih sebagai anggota DPRD Jabar.
Ia pun berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Desa Sukamaju dan wilayah Cibingbin pada umumnya, meski dengan keterbatasan kewenangan dan kebijakan yang ada saat ini.***
Editor : Andri Yanto