Isu Mutasi Besar-besaran Menguat, Birokrat Pemkab Kuningan Dihantui Ketidakpastian
Penataan ini diyakini bertujuan membentuk tim kerja yang lebih segar, solid, serta sejalan dengan visi dan misi kepemimpinan yang mengusung tagline Melesat.
Menurut Sujarwo, mekanisme promosi, rotasi, dan mutasi merupakan hal yang lumrah dalam birokrasi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan penataan ke depan akan menyentuh seluruh jenjang eselon, mulai dari eselon II hingga IV.
"Kalaupun terjadi perombakan total, itu harus dipahami sebagai bagian dari strategi percepatan realisasi janji-janji kampanye yang telah disampaikan kepada publik,”tegasnya.
Namun demikian, Sujarwo mengingatkan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menilai dan bahkan menggugat kebijakan tersebut apabila kinerja kabinet atau tim birokrasi yang dibentuk tidak mampu menunjukkan hasil kerja yang optimal.
Lebih jauh, ia optimistis penataan birokrasi yang akan digelar tidak akan salah arah. Hal itu berkaca pada rekam jejak Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar yang telah lama malang melintang di birokrasi Pemkab Kuningan, termasuk pernah menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Daerah.
"Dengan pengalaman dan pemahaman mendalam terhadap karakter serta etos kerja ASN di Kuningan, sangat kecil kemungkinan akan terjadi salah penempatan jabatan dalam mutasi kali ini,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto