BPBD Catat 324 Kejadian Kebencanaan, Longsor Paling Dominan dan Korban Jiwa 6 Orang
"Sepanjang tahun 2025, kejadian bencana di Kuningan didominasi oleh tanah longsor dan cuaca ekstrem. Hal ini dipengaruhi kondisi geografis dan curah hujan yang cukup tinggi di sejumlah wilayah,”ujar Indra Bayu Permana, Jumat (2/1).
Ia menjelaskan, dampak kebencanaan tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berimbas pada keselamatan dan kehidupan masyarakat. Berdasarkan data BPBD, tercatat 6 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, 257 jiwa mengungsi, serta 1.698 jiwa terdampak akibat berbagai peristiwa bencana sepanjang tahun lalu.
Dari sisi kerusakan permukiman, BPBD mencatat 31 unit rumah rusak berat, 48 unit rusak sedang, 170 unit rusak ringan, 56 unit rumah terancam, serta 189 unit rumah terendam banjir. Selain itu, kerusakan juga melanda berbagai prasarana vital dan fasilitas umum.
"Bencana yang terjadi juga berdampak pada infrastruktur dan fasilitas publik. Di antaranya 25 titik jalan, 4 jembatan, 31 titik irigasi, serta 118 titik Tembok Penahan Tanah (TPT) yang mengalami kerusakan,”katanya.
Tak hanya itu, sektor pertanian dan lingkungan turut terdampak dengan luas sawah mencapai 10,6 hektare, serta hutan dan kebun sekitar 25 hektare. Sementara pada sektor pelayanan publik, tercatat 15 unit sarana pendidikan, 2 titik sarana kesehatan, dan 2 sarana ibadah mengalami kerusakan akibat bencana.
Meski dihadapkan pada tingginya angka kebencanaan, Indra menegaskan BPBD Kabupaten Kuningan terus berkomitmen meningkatkan respon cepat, penanganan darurat, serta upaya mitigasi risiko bencana. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kuningan Melesat yang Tangguh Bencana.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan bencana. Peran serta masyarakat sangat penting dalam upaya pengurangan risiko bencana,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto