Selain menutup akses jalan, longsor juga menyebabkan badan jalan tertimbun material tanah sepanjang kurang lebih 10 meter dengan ketebalan sekitar 50 sentimeter. Kondisi ini dinilai berbahaya karena struktur tanah di sekitar tebing masih labil dan berpotensi mengalami longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat desa setempat langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD Kuningan. BPBD kemudian mengerahkan Tim Assessment ke lokasi kejadian dan menyalurkan bantuan logistik darurat.
"Penanganan darurat dilakukan secara gotong royong bersama aparat desa, kecamatan, TNI, Polri, dan masyarakat untuk membersihkan material longsoran yang menutup jalan,”katanya.
Saat ini, pembersihan material longsor telah selesai dilakukan. Akses jalan sudah kembali bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, BPBD mengingatkan bahwa kondisi tebing masih labil dan memerlukan penanganan lanjutan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
"Langkah selanjutnya akan kami koordinasikan dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya untuk penanganan permanen, mengingat badan jalan masih terancam jika terjadi longsor susulan,”terangnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya saat hujan turun, serta segera melaporkan jika ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar lokasi.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
