Salah satu dampak paling memprihatinkan dialami rumah milik Pulung (78), seorang lansia yang tinggal seorang diri. Rumah tersebut tertimpa beberapa pohon besar, di antaranya pohon kelapa setinggi sekitar 15 meter, pohon kulur 12 meter, salam 4 meter, melinjo 5 meter, dan nangka 5 meter, dengan rata-rata diameter mencapai 50 sentimeter.
Akibatnya, atap rumah berbahan baja ringan dan asbes ambruk dan merusak dua kamar berukuran 3x8 meter. Ironisnya, rumah tersebut baru saja dibangun pada Agustus 2025 melalui bantuan pemerintah desa karena korban tergolong warga kurang mampu.
"Ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat rumah tersebut baru selesai dibangun untuk membantu korban agar memiliki hunian yang layak,”ungkapnya.
Selain rumah warga, angin kencang juga mengakibatkan pohon petai setinggi sekitar 15 meter dengan diameter 50 sentimeter tumbang dan menimpa Madrasah Baiturahman. Bagian atap ruang kelas berukuran 7x7 meter mengalami kerusakan cukup signifikan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material akibat kejadian ini cukup besar, baik pada rumah warga maupun fasilitas pendidikan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat desa segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten Kuningan. Tim BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan material pohon tumbang dan pemotongan batang pohon yang menimpa bangunan.
"Penanganan darurat telah dilakukan dan proses pembersihan selesai,”jelas Indra.
BPBD Kuningan juga kembali mengimbau pemerintah kecamatan, desa, serta masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
"Keselamatan warga menjadi prioritas. Kami mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, terutama yang tinggal di sekitar pohon besar atau bangunan rawan,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
