"Material longsoran menutup akses jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas selama kurang lebih lima jam,”ujarnya, Minggu (25/1/2026).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut berdampak cukup signifikan terhadap mobilitas warga. Tebing kebun jati dengan panjang sekitar 35 meter, tinggi 11 meter, dan lebar 4 meter mengalami longsor.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat desa setempat langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD Kuningan. Tim assessment BPBD diterjunkan ke lokasi, sementara aparat desa bersama masyarakat bergotong royong membersihkan material longsoran.
"Kondisi terkini, akses jalan sudah bisa dilalui kembali oleh kendaraan roda dua dan roda empat,” ucapnya.
BPBD Kuningan juga mencatat kebutuhan darurat di lokasi berupa pemasangan beronjong guna mencegah longsor susulan, mengingat struktur tanah di sekitar lokasi masih rawan.
Selain di Ciwaru, longsor juga terjadi di Desa Karangkancana, Kecamatan Karangkancana. Hujan deras menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) jalan dusun longsor dan menimbun jalan lingkungan serta saluran drainase.
Akibat kejadian tersebut, sebagian jalan berpotensi terseret longsor susulan, bahkan material longsor sempat menimbun halaman depan rumah warga bernama Sarjono (60).
BPBD bersama aparat desa dan masyarakat setempat melakukan pembersihan material longsoran, serta pemasangan cerucuk bambu sebagai penanganan darurat.
BPBD Kuningan mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
