KUNINGAN,iNEWS.ID–Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan penanganan kebencanaan akibat angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan.
Bahkan hingga Sabtu (24/1), proses evakuasi, pembersihan material, serta pendataan dampak bencana masih terus berlangsung di berbagai titik terdampak.
Angin kencang yang terjadi sejak kemarin, memicu banyak kejadian pohon tumbang. Bahkan menimpa rumah warga dan menyebabkan kerusakan cukup serius, serta menimpa akses jalan raya.
Selain itu, sejumlah atap rumah dilaporkan rusak akibat terjangan angin yang disertai hujan. Peristiwa tersebut tercatat terjadi di sejumlah desa dan kelurahan di antaranya Garawangi, Pagundan, Kasturi, Ciloa, Gandasoli, Babakanreuma, Kedungarum, Manis Kidul, serta beberapa wilayah lainnya.
Petugas gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, hingga aparat kecamatan dan desa langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat. Seiring masih berlangsungnya kondisi cuaca ekstrem, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Potensi angin kencang yang disertai hujan dinilai masih dapat memicu bencana susulan, seperti pohon tumbang, longsor, maupun kerusakan bangunan.
Sekda Kuningan sekaligus Kepala BPBD, U Kusmana MSi meminta seluruh camat, agar meningkatkan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi bencana di wilayah masing-masing. Camat memiliki peran strategis karena paling memahami kondisi geografis dan kerawanan bencana di desa-desa wilayah kerjanya.
"Saya sudah meminta waktu tujuh hari kepada para camat, untuk benar-benar memantau dan memitigasi wilayahnya masing-masing. Camat sebagai kepala wilayah tentu tahu persis kondisi geografis desa-desa, mana yang rawan bencana dan mana yang tidak. Wilayah rawan harus menjadi fokus utama,”tegasnya.
Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan secara berkelanjutan, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti saat terjadi bencana. Pemerintah, kata dia, wajib hadir dan bergerak cepat dalam setiap kondisi darurat.
"Siap siaga mitigasi ini penting agar saat terjadi situasi darurat, pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti. Pemerintah tidak boleh absen ketika masyarakat membutuhkan,”ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya penguatan koordinasi dan komunikasi antara BPBD, camat, aparat keamanan, serta pemerintah desa. Seluruh unsur di tingkat kewilayahan diminta untuk terus melakukan pemantauan, mitigasi, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
