"Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah daerah tetap bisa mengelola keuangan secara baik. Bahkan, sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif, mulai dari penurunan angka kemiskinan hingga pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi,”ungkapnya.
Ia menilai, langkah-langkah yang diambil Pemkab Kuningan sejalan dengan visi misi Ajeg Timbangan, di mana setiap persoalan diselesaikan secara profesional dan ditangani oleh pihak yang memiliki kompetensi.
"Memang belum bisa memuaskan semua pihak, tapi sudah saatnya kita move on dan fokus pada pembenahan tata kelola keuangan. Jangan sampai perbedaan pandangan justru menghambat kolaborasi untuk membangun daerah,”tegasnya.
Selain keberhasilan fiskal, Fraksi Golkar juga menyoroti capaian Pemkab Kuningan dalam menekan angka pengangguran. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025 turun menjadi 7,59 persen dari sebelumnya 7,78 persen.
Di sektor ekonomi, kinerja pemda juga menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan data BPS Kuningan, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II tahun 2025 mencapai 10,42 persen secara year on year, tertinggi di Pulau Jawa. Meski pada Triwulan III mengalami penurunan menjadi 9,11 persen, Kuningan tetap menempati posisi terbaik kedua di Jawa Barat.
Pada bidang infrastruktur, Pemkab Kuningan mengalokasikan anggaran sebesar Rp53 miliar untuk perbaikan 153 ruas jalan kabupaten. Selain itu, melalui Disperkimtan, pemerintah daerah juga menganggarkan Rp27 miliar untuk perbaikan 250 titik jalan lingkungan desa, termasuk rehabilitasi drainase dan peningkatan aksesibilitas jalan desa.
Dari sisi tata kelola pemerintahan dan fiskal, Pemkab Kuningan berhasil melunasi tunda bayar sebesar Rp96,7 miliar lebih cepat dari jadwal. Upaya peningkatan PAD juga terus dilakukan melalui pemanfaatan aset idle, lelang Barang Milik Daerah (BMD) yang tidak digunakan, serta optimalisasi sewa aset daerah.
Sementara itu, dalam upaya penanggulangan kemiskinan, data resmi BPS Jawa Barat menunjukkan perbaikan signifikan. Tahun 2025, jumlah penduduk miskin di Kuningan tercatat sebanyak 119.670 orang, turun 12.160 orang dibandingkan tahun 2024. Persentase kemiskinan pun mencapai level terendah, yakni 10,74 persen, atau turun 1,14 poin.
"Capaian ini membuktikan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang konsisten dan terukur. Kuningan juga tidak lagi masuk kategori kabupaten termiskin di Jawa Barat,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
