KUNINGAN,iNEWS.ID–Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan di awal masa kepemimpinannya sempat dihadapkan pada tantangan besar. Kondisi keuangan daerah yang tertekan, ditambah persoalan tunda bayar dengan nilai cukup signifikan, membuat sebagian kalangan pesimistis terhadap masa depan pembangunan daerah.
Namun seiring berjalannya waktu, pesimisme itu perlahan berubah menjadi optimisme. Sekda Kuningan, U Kusmana MSi menegaskan, bahwa kepemimpinan daerah saat ini terus menunjukkan ikhtiar nyata dalam membenahi kondisi pemerintahan, meski di tengah keterbatasan fiskal.
"Sejak awal memang banyak yang pesimis karena PR-nya luar biasa berat, terutama soal tunda bayar yang besar. Tapi saya melihat akan ada perubahan. Semua dikaji dengan sangat seksama agar ke depan lebih baik,”ujar Sekda Kuningan, U Kusmana MSi, Rabu (31/12).
Dia mengakui, di fase awal kepemimpinan, kepercayaan publik terhadap pemerintahan belum sepenuhnya terbentuk. Namun secara perlahan, kinerja birokrasi mulai menunjukkan hasil dan mampu menghadirkan berbagai capaian positif.
"Warga mungkin belum sepenuhnya percaya di awal. Tapi sekarang, pemerintahan dan birokrasi sedikit demi sedikit sudah bisa membuktikan, walaupun fiskal kita sangat terbatas,”katanya.
Menurut Sekda, pengalaman panjang Bupati di dunia birokrasi menjadi modal penting dalam memahami persoalan pemerintahan dan menentukan langkah-langkah strategis. Visi dan misi pembangunan Kuningan ke depan diarahkan agar daerah ini bisa melesat dan memiliki daya saing di atas rata-rata.
"Selama 10 bulan ini, beliau sudah bekerja dan melakukan banyak hal. Fiskal memang terbatas, tapi mampu mengubah rasa pesimis menjadi optimis. Bupati tidak pernah pantang menyerah di tengah keterbatasan,”tegasnya.
Ia menyebut, berbagai capaian pembangunan tetap berjalan tanpa membebani APBD. Puluhan rumah tidak layak huni berhasil dibangun melalui program pusat, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan BAZNAS. Bahkan sejumlah kegiatan dan fasilitas strategis, seperti pembangunan masjid di Pendopo, penyelenggaraan Tour de Linggarjati, hingga pengembangan sepak bola daerah, tidak bersumber dari APBD.
"Rasa optimisme itu dibuktikan hari ini. Tunda bayar sudah tidak ada lagi. Bahkan sore ini seluruh kewajiban di semua SKPD sudah terbayarkan,”ungkapnya.
Tak hanya itu, dukungan dari pemerintah pusat juga terus mengalir. Kementerian Pertanian RI, kata Sekda, hampir menyalurkan anggaran Rp10 miliar untuk bantuan di Kabupaten Kuningan. Berbagai program desa pun terus masuk dan memperkuat pembangunan di tingkat bawah.
Dengan kondisi tersebut, Pemkab Kuningan memastikan perencanaan APBD 2026 disusun secara realistis dan terukur.
"APBD hari ini dirancang realistis, bukan dramatis. Berdasarkan kajian dan perhitungan matang, tanpa pembengkakan. Target kami, tahun 2026 tidak ada lagi tunda bayar,”jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
"Kami optimis, tahun 2027 Kuningan akan bangkit. Bahkan mulai tahun 2026 sudah bisa berbuat lebih banyak dibanding 2025. Sepuluh program unggulan akan menjadi prioritas, pendapatan daerah ditargetkan naik setiap tahun,”katanya.
Sebagai penutup, Sekda mengungkapkan bahwa pada tahun ini hampir Rp60 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan, termasuk yang bersumber dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
"Sekali lagi, dari rasa pesimis kini kita bergerak dengan optimisme untuk membenahi Kuningan,” ucapnya.
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
