KUNINGAN,iNEWS.ID–Isu mutasi besar-besaran di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan kian menguat. Hal tersebut mencuat setelah beredarnya surat undangan mutasi yang direncanakan berlangsung pada Selasa (6/1) esok, bertempat di kawasan wisata Kebun Raya Kuningan (KRK), Kecamatan Pasawahan.
Munculnya kabar penataan birokrasi ini sontak memantik beragam spekulasi di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Pengamat Kebijakan Publik, Sujarwo, menilai isu mutasi tersebut dipastikan membuat banyak birokrat diliputi rasa penasaran, bahkan kecemasan, terhadap nasib jabatan yang saat ini mereka duduki.
"Bagi pejabat yang selama ini merasa nyaman di posisinya, tentu isu mutasi ini menjadi persoalan tersendiri. Ada kekhawatiran akan terlempar ke jabatan atau tempat yang selama ini justru dihindari,”ujar Sujarwo, Senin (5/1).
Ia menilai, meski santer disebut penataan birokrasi kali ini baru menyentuh pejabat eselon III, langkah tersebut merupakan bagian dari penataan lanjutan di era kepemimpinan duet Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar–Tuti Andriani.
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
