AKBP Ali Akbar menekankan bahwa pengemudi Mobil MBG memegang tanggung jawab besar, tidak hanya terkait ketepatan waktu pengantaran makanan, tetapi juga keselamatan selama berkendara. Karena itu, ia meminta agar sopir yang ditunjuk benar-benar memiliki kecakapan, kemampuan teknis, serta legalitas resmi dalam mengemudi.
" Kami ingin memastikan para pengemudi ini betul-betul kompeten. Artinya, mereka harus punya kemampuan dan kelengkapan berkendara yang sah,”tegasnya.
Selain itu, kepolisian juga mengimbau SPPG untuk memperhatikan perilaku para sopir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam penyalahgunaan alkohol atau narkoba. Jika ditemukan indikasi mencurigakan, pihaknya siap bekerja sama melakukan tes urine.
Kapolres juga menegaskan, bahwa pihaknya membuka peluang untuk melakukan pemeriksaan legalitas surat-surat kendaraan dan SIM para sopir Mobil MBG secara lebih menyeluruh.
"Kami sangat siap melakukan penyisiran dan pemeriksaan administratif, apakah mereka punya SIM dan kelengkapan lainnya. Ini bisa kita usulkan ke Satgas MBG, karena kejadian kemarin harus menjadi pembelajaran kita bersama,”katanya.
Dengan adanya imbauan ini, kepolisian berharap insiden serupa tidak terjadi di Kuningan dan keselamatan anak-anak penerima program makanan bergizi tetap terjamin.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
