14 Fakta dan Kebiasaan Unik Orang Sunda, Salah Satunya Penggemar Petai dan Jengkol

Reza Rizki Saputra/Net Kuningan
Empat belas fakta dan kebiasaan unik orang Sunda, salah satunya penggemar petai dan jengkol. (Foto: DOK.iNews.id)

8. Pandai Membuat Akronim yang Mudah Diingat 

Fakta dan kebiasaan unik orang Sunda berikutnya, yaitu, pandai memuat akronim yang mudah diingat. Akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar.  

Contoh yang terkenal adalah jenis makanan Cilok yang berarti Aci Dicolok, Cireng: Aci Digoreng, Cinlok: Cinta Lokasi, Combro: Oncom Dijero dan masih banyak lainnya. Meskipun kadang terdengar aneh tapi kebiasaan orang Sunda ini sukses membuat jajanan kuliner Sunda menjadi viral. 

9. Menyapa dengan Nada Romantis 

Fakta dan kebiasaan unik orang Sunda berikutnya yaitu menyapa dengan nada romantis. Pastinya, kalian pernah mendengar orang Sunda berbicara “punten a’a” atau “neng geulis pisan”. 

Kata tersebut merupakan sapaan dengan nada yang halus kepada lawan jenis.  Kebiasaan masyarakat Suku Sunda yang ini memiliki nada bicara yang romantis. 

Hal ini disebabkan oleh logat bicara yang hanya dimiliki oleh orang Sunda. Jadi, bukan hanya dalam hubungan percintaan saja hal ini diterapkan oleh orang Sunda. 

10. Memiliki Nama Unik 

Kebiasaan orang tua zaman dahulu atau yang sering disebut kolot baheula, lebih senang memberi nama anak mereka dengan nama seperti: Maman, Jajang, Enjang, Asep, Dede, Cecep, Encep, Kokom, Elis. Kemudian nama tersebut dikombinasikan dengan akhiran yang sama dengan awalan namanya menjadi Asep Surasep, Cecep Gumasep, Dede Sunade, Maman Suherman, dan masih banyak lainnya. 

Kolot baheula (orang tua dulu) di masyarakat Suku Sunda, sering memberi nama anak mereka dengan awalan Asep yang konon katanya berasal dari kata kasep yang artinya tampan dengan harapan supaya anaknya menjadi orang tampan, baik, dan banyak digandrungi, meskipun pada realitanya terkadang berlawanan. Bahkan nama Asep ini karena sangat banyak hingga ada yang membuat komunitas nama Asep.

11. Terkenal dengan Gareulis dan Karasep

Wilayah Sunda cukup dikenal dengan perempuannya yang gareulis atau cantik dan laki-lakinya karasep atau tampan. Bahkan ada beberapa wilayah yang masih kental adat istiadat Sunda, masyarakatnya memiliki kecantikan alami serta jauh dari polesan make up. 

Karena itu, sifat polos yang ditampilkan pun sangat kuat, sehingga menambah kesan menarik. 

12. Penggemar Petai dan Jengkol 

Jika berbicara soal makanan, tentu saja kurang lengkap apabila tidak membahas mengenai petai dan jengkol. Makanan dengan aroma bau yang khas ini mungkin banyak tidak disukai oleh sebagian orang. 

Tapi lain halnya dengan selera orang Sunda. Makanan ini menjadi kesukaan mereka meski aromanya yang menyengat. Umumnya, mereka sangat menyukai lalapan, petai, dan jengkol yang dijadikan sebagai pelengkap dan penambah cita rasa dalam menikmati makanan. 

13. Tradisi Makan Berjamaah 

Fakta dan kebiasaan unik orang Sunda berikutnya yaitu tradisi makan berjamaah dengan banyak orang, teman, tetangga, dan saudara. Biasanya mereka makan nasi yang diletakkan di atas daun pisang yang dilebarkan bersamaan dengan lauk-pauknya. 

Ada beberapa istilah untuk makan berjamaah orang Sunda ini, antara lain: bancakan, botram, dan papahare. Bancakan artinya kegiatan menyantap makanan secara berjamaah yang makanannya itu diletakkan di atas wadah berupa nyiru yang terbuat dari anyaman bambu.

Makanannya diletakkan di atas nyiru dengan menggunakan alas daun pisang. Sedangkan botram, kegiatan makan nasi berjamaah secara lesehan dengan alas daun pisang dilengkapi lauk pauk. Papahare yang juga hampir sama dengan botram, yaitu, makan berjamaah di satu tempat yang direncanakan tetapi bukan di restoran dan setiap orang membawa makanan sendiri-diri dari rumah. Kemudian disantap dan saling bertukar lauk dengan yang lain dan alat makannya tidak memakai daun pisang, bisa menggunakan piring. 

14. Mayoritas Orang Sunda Tidak Suka Merantau

Fakta dan kebiasaan unik orang Sunda berikutnya, yaitu, tidak suka merantau. Kebiasaan turun-temurun orang Sunda ingin mengabdi untuk daerahnya. 

Daerah Bandung misalnya, di sana menjadi ladang untuk berdagang karena dikenal sebagai kota tujuan wisata. Seiring perkembangan zaman, banyak juga ditemui orang Sunda di perantauan terkhusus untuk tujuan pendidikan seperti orang Sunda merantau kuliah ke luar daerah. 

Perlu diapresiasi pengabdian orang Sunda yang tidak merantau dan berkontribusi untuk daerahnya. 

Itu dia ulasan mengenai fakta dan kebiasaan unik orang Sunda yang secara turun-temurun diwariskan ke generasi selanjutnya.

Editor : Miftahudin

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network