Inspiratif! ASN Disabilitas Dr Carlan Dipercaya Pimpin Dinas Pendidikan Kuningan
KUNINGAN,iNEWS.ID–Mutasi dan pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan tuntas digelar, Jumat (13/2) sore. Sebanyak 240 Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar di Ballroom Arya Kamuning Lantai 3 Gedung Setda.
Rinciannya, terdiri dari 8 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta 232 pejabat Administrator dan Pengawas. Namun dari ratusan pejabat yang dilantik, satu nama menyedot perhatian publik yakni Dr Carlan, ASN penyandang disabilitas yang kini dipercaya menakhodai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kuningan.
Pria tunanetra yang memiliki panggilan Elon Carlan itu bukan sosok biasa. Ia merupakan doktor lulusan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bahkan meraih gelar S3 dengan predikat cumlaude.
Kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi simbol kuat bahwa profesionalisme dan kapasitas tidak dibatasi oleh kondisi fisik.
"Insya Allah saya akan membuat road map kerja, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Semua persoalan akan kami petakan, mulai dari bangunan sekolah rusak, ruang kelas, kebutuhan guru, hingga persoalan teknis lainnya. Karena problem pendidikan itu kompleks, tidak hanya satu atau dua isu,”ujar Dr Carlan usai pelantikan, Jumat (13/2).
Ia mengakui, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Selain persoalan infrastruktur dan kualitas layanan pendidikan, kondisi APBD Kuningan yang terbatas juga menjadi realitas yang harus dihadapi.
Namun demikian, Carlan menegaskan kemajuan pendidikan tidak boleh semata-mata bergantung pada APBD. Menurutnya, pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
"Kalau sistem pendidikan kita hanya menggantungkan kepada pemerintah, itu akan gagal. Pendidikan harus berbasis partisipatif. Pemerintah, masyarakat, swasta, dan keluarga harus terlibat. Ini memang berat, tapi harus menjadi niat dan komitmen bersama,”tegasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya jejaring dengan pemerintah pusat dan provinsi, untuk memperkuat dukungan anggaran pendidikan. Salah satu tugas strategis kepala dinas adalah memanfaatkan jaringan ke kementerian maupun pemerintah provinsi, guna menghadirkan program dan bantuan ke daerah.
"Saya akan konsolidasi internal terlebih dahulu. Setelah itu, baru kita mulai pembenahan dari A sampai Z. Semua prioritas, tapi nanti akan kita susun tahapan dan skala prioritasnya,”tambahnya.
Sementara Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penguatan komitmen pengabdian ASN. Proses penempatan pejabat, kata dia, telah melalui tahapan dan pertimbangan teknis bersama Tim Penilai Kinerja.
"Dedikasi tidak mengenal lokasi dan profesionalisme tidak mengenal posisi. Di mana pun Saudara ditempatkan, berikan performa terbaik dan jadilah solusi, bukan bagian dari masalah,”tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya empati dalam pelayanan publik. ASN disebut sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah. Karena itu, kecepatan respons, kualitas layanan, dan sikap humanis harus terus ditingkatkan.
Menurutnya, jabatan adalah amanah sementara, sedangkan jejak pengabdian akan selalu dikenang masyarakat. Para pejabat diminta menjaga integritas, meninggalkan zona nyaman, serta adaptif terhadap kebutuhan publik.***
Editor : Andri Yanto