Satu Peserta Mundur di Detik Terakhir, 19 Calon Pimpinan Baznas Kuningan Tarung di Tes CAT
KUNINGAN, iNEWS.ID–Proses seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kuningan periode 2026-2031 resmi memasuki tahapan krusial.
Seleksi yang dibuka langsung Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar di Kampus 2 Uniku, diwarnai mundurnya satu orang peserta. Yakni saat memasuki tahapan pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar (TKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Dari total 20 calon yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi administrasi, hanya 19 peserta yang mengikuti rangkaian tes pada hari pelaksanaan. Satu calon pimpinan dilaporkan mengundurkan diri sebelum mengikuti tahapan ujian.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kuningan sekaligus Ketua Tim Seleksi, H Toni Kusmanto menjelaskan, bahwa tahapan seleksi tetap berjalan sesuai ketentuan meski terdapat satu peserta yang mengundurkan diri.
"Tim Panitia Seleksi sebelumnya menetapkan 20 calon peserta. Namun pada pelaksanaan seleksi hari ini, yang hadir dan mengikuti tahapan tes sebanyak 19 orang, sementara satu orang dilaporkan mengundurkan diri,”ungkapnya, Rabu (4/2).
Dalam tahapan seleksi, para peserta mengikuti Tes Kompetensi Dasar menggunakan metode CAT dengan total 150 soal yang harus diselesaikan dalam waktu dua jam. Usai tes CAT, peserta melanjutkan ke tahap penulisan makalah yang bertujuan menggali kemampuan analisis, gagasan inovatif, serta rekomendasi aplikatif dalam pengelolaan zakat.
"Penulisan makalah ini diharapkan mampu mencerminkan kapasitas peserta dalam menyampaikan ide, inovasi, dan solusi konkret. Ke depan, Baznas diharapkan semakin kuat sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan,”jelasnya.
Ia menambahkan, tahapan akhir seleksi berupa wawancara dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Februari 2026 di Gedung Setda Kuningan.
Sementara itu, Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar menegaskan, bahwa proses seleksi pimpinan Baznas bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum penting untuk memperbaiki dan memperkuat tata kelola lembaga zakat.
"Yang paling penting bukan soal siapa mengganti siapa, tetapi bagaimana tata kelola Baznas ke depan menjadi lebih baik. Baznas tidak hanya menghimpun zakat, infak, dan sedekah, tetapi harus memiliki dampak sosial dan ekonomi yang nyata,”tegasnya.
Bupati juga menyoroti sejumlah tantangan daerah mulai dari persoalan kemiskinan, pengangguran, hingga kemandirian masyarakat, yang membutuhkan peran aktif Baznas sebagai bagian dari solusi. Termasuk pentingnya prinsip transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat, karena hal tersebut sangat berkaitan dengan tingkat kepercayaan masyarakat.
"Ini bermuara pada trust atau kepercayaan publik. Masyarakat akan menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya ke Baznas apabila dikelola secara amanah, profesional, dan transparan,”tutupnya.***
Editor : Andri Yanto