BPBD Catat 17 Desa Terdampak Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
KUNINGAN,iNEWS.ID–Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kuningan memicu puluhan kejadian pohon tumbang. BPBD bersama Damkar Kuningan bergerak cepat melakukan penanganan, demi menjaga keselamatan warga dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana menyampaikan, hingga saat ini pihaknya telah menerima 17 laporan pengaduan masyarakat terkait pohon tumbang akibat cuaca ekstrem tersebut. Lokasi kejadian tersebar di berbagai kecamatan dan permukiman padat penduduk.
Adapun wilayah yang dilaporkan terdampak meliputi Babakanmulya (Jalaksana), Manis Kidul, Cilowa, Kramatmulya, Kalapagunung, Gunungkeling, Cibentang, Gandasoli, Cirendang, Babakanteuma, Garawangi, Rajadanu, Bendungan–Sindang (jalan provinsi), Winduhaji (sekitar Makam Syech Muhibat), Kasturi, Jalan Mohammad Hatta, serta Ciporang.
"Petugas di lapangan langsung melakukan pemotongan, pembersihan, dan evakuasi material pohon tumbang agar akses jalan kembali aman dan aktivitas warga tidak terganggu,”ujarnya, Selasa (27/1).
Dalam penanganan kejadian tersebut, Damkar Kuningan telah menindaklanjuti laporan di lima lokasi yakni Babakanmulya (Jalaksana), Manis Kidul, Cilowa, Kramatmulya, dan Kalapagunung.
Sementara itu, BPBD Kuningan juga telah melakukan penanganan di lima titik antara lain Babakanmulya (Jalaksana) di dua titik, Desa Kasturi, Winduhaji sekitar Makam Syech Muhibat, Ciporang, serta di ruas Jalan Mohammad Hatta.
Selain kejadian pohon tumbang, BPBD juga mencatat rekap sementara dampak angin kencang di beberapa titik permukiman warga, di antaranya Desa Kalapagunung (Kramatmulya), Kelurahan Ciporang (Kuningan), Desa Gunungkeling (Cigugur), dan Kelurahan Cirendang (Kuningan).
Ia menambahkan, hingga saat ini penanganan di lapangan masih terus berlangsung, dan masih terdapat beberapa titik yang dalam proses. Sementara lokasi yang belum tertangani akan menjadi prioritas penanganan lanjutan pada keesokan harinya.
BPBD Kuningan mengimbau, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang. Warga diminta menghindari aktivitas di sekitar pohon besar atau area rawan serta segera melaporkan kejadian darurat melalui saluran layanan resmi agar dapat segera ditangani oleh petugas.***
Editor : Andri Yanto