Longsor Ancam Akses Jalan Desa Margacina, Mobil Tak Bisa Melintas
KUNINGAN,iNEWS.ID–Akses jalan Desa Margacina, Kecamatan Karangkancana, Kuningan, Jawa Barat terancam akibat bencana tanah longsor yang terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut semalaman.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana dalam keterangan persnya pada Jumat (23/1), menjelaskan bahwa longsor terjadi di ruas Jalan Desa Margacina akibat kondisi tanah yang labil dan tidak mampu menahan beban air hujan.
"Longsoran terjadi pada tebing dan bahu jalan desa. Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa,”ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Tembok Penahan Tanah (TPT) di bahu jalan dilaporkan longsor dengan panjang sekitar 8 meter, tinggi 6 meter, dan lebar 60 sentimeter. Selain itu, gorong-gorong serta sebagian badan jalan ikut terbawa longsoran, sehingga akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Tak hanya itu, tebing bahu jalan lainnya juga mengalami longsor dengan panjang sekitar 10 meter, tinggi 7 meter, dan lebar 1 meter. Kondisi ini semakin memperparah risiko keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan masih berlangsung.
BPBD mencatat sejumlah kerugian material, di antaranya longsornya TPT, rusaknya gorong-gorong, badan jalan yang tergerus sepanjang 8 meter dengan lebar 2 meter, serta longsornya tebing bahu jalan.
Sebagai langkah penanganan darurat, aparat desa telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Kuningan. BPBD juga telah menurunkan Tim Assessment untuk melakukan kaji cepat di lokasi kejadian.
Sementara itu, aparat desa bersama masyarakat setempat melakukan pemasangan rambu-rambu peringatan dan pagar pembatas menggunakan bambu guna mencegah terjadinya kecelakaan.
"Untuk kebutuhan darurat saat ini, kami masih membutuhkan karung sebagai bagian dari upaya penanganan sementara,”tambahnya.
Seluruh rambu peringatan dan pagar pembatas telah terpasang. BPBD pun mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya saat melintasi wilayah rawan longsor di musim penghujan.
"Langkah penanganan lanjutan akan terus kami koordinasikan dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto