Danrem Peringatkan Potensi Oknum Manfaatkan Nama TNI soal Sengketa Lahan
KUNINGAN,iNEWS.ID–Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati (SGJ), Kolonel Inf Hista Soleh Harahap melakukan kunjungan kerja ke Markas Kodim Kuningan, dalam rangka meninjau kesiapan satuan sekaligus memberikan arahan strategis kepada para Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Dalam kunjungan ini, Danrem secara khusus menyoroti pentingnya kewaspadaan prajurit terhadap potensi penyalahgunaan nama institusi TNI dalam berbagai persoalan di lapangan.
Di hadapan para Babinsa, Kolonel Hista menegaskan bahwa sejumlah isu seperti sengketa lahan, penyalahgunaan Surat Persetujuan Penggunaan Garis (SPPG), hingga permasalahan koperasi kerap menyeret nama institusi tanpa dasar yang jelas. Kondisi ini, harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu.
"Babinsa harus selalu berpegang pada prosedur yang berlaku, bertindak hanya atas perintah yang jelas, serta meningkatkan koordinasi dengan perangkat desa atau kelurahan jika menemukan indikasi kejanggalan," tegas Danrem, Sabtu (29/11).
Selain persoalan etika dan ketertiban administrasi, Danrem juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Seluruh Koramil dan Babinsa diminta segera memetakan titik rawan banjir di wilayah masing-masing dan melakukan pemantauan intensif.
Laporan cepat dan berjenjang, ujar Kolonel Hista, merupakan kunci dalam penanggulangan bencana yang efektif dan responsif. Termasuk menekankan pentingnya menjaga sikap dan etika prajurit dalam setiap interaksi dengan masyarakat.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kehormatan dan nama baik TNI di mata publik. Pada kesempatan tersebut, Danrem juga mengapresiasi upaya pembenahan fasilitas di jajaran Koramil.
Ia mengingatkan prajurit untuk senantiasa mempersiapkan kesejahteraan, kesehatan diri, dan keluarga sejak dini, mengingat tuntutan tugas yang semakin kompleks.
Tak hanya itu, dukungan Babinsa terhadap program-program pemerintah juga mendapat sorotan penting. Program Koperasi Desa Merah Putih yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, serta Program Makan Bergizi (MBG) untuk menekan angka stunting, disebut sebagai dua program yang harus didukung penuh oleh jajaran teritorial.
"Babinsa harus hadir dan menjadi solusi bagi setiap permasalahan di masyarakat. Sekecil apa pun masalah itu, respons cepat dan laporan berjenjang sangat diperlukan. Peran kalian sangat menentukan stabilitas dan kenyamanan masyarakat," pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto