Atap Baja Ringan Pesantren di Ciawigebang Roboh Diterjang Angin Kencang

KUNINGAN,iNEWS.ID–Hembusan angin kencang yang melanda wilayah Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, menyebabkan atap bangunan Pesantren Ummul Qurro di Desa Kapandayan roboh.
Atap baja ringan berukuran sekitar 8x15 meter itu ambruk, setelah tersapu angin dan menimpa pohon mangga serta kandang ayam di sekitar lokasi.
Kejadian tersebut membuat aktivitas warga sekitar terganggu, bahkan menimbulkan kekhawatiran akan membahayakan keselamatan santri maupun masyarakat.
Pihak perangkat desa kemudian melaporkan insiden ini ke UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan, untuk meminta bantuan evakuasi.
Empat anggota Damkar Kuningan langsung diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena ukuran atap yang besar dan material berbahan baja ringan.
Dengan kerja sama aparat desa serta warga sekitar, evakuasi berhasil diselesaikan setelah memakan waktu sekitar lima jam.
"Atap bangunan pesantren ini roboh akibat terjangan angin kencang. Kami bersama warga dan aparat desa melakukan evakuasi hingga malam hari agar tidak lagi membahayakan,”ujar Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, kepada wartawan, Jumat (29/8).
Apabila tidak segera ditangani, lanjutnya, atap yang roboh tersebut bisa semakin membahayakan lingkungan sekitar. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, estimasi kerugian akibat robohnya atap baja ringan ini mencapai Rp30 juta. Kami mengimbau agar masyarakat selalu melaporkan segera, bila ada kejadian serupa agar penanganan bisa cepat dilakukan,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto