get app
inews
Aa Read Next : Polantas Kuningan Salurkan Bantuan Sembako Gratis ke Pondok Pesantren Al Muttaqien

Macan Tutul Masuki Kawasan Pemukiman, Ini yang Dilakukan BPBD Kuningan

Rabu, 17 Juli 2024 | 18:11 WIB
header img
Tim Gabungan melakukan penanganan macan tutul yang memasuki kawasan permukiman warga di Gunungmanik Ciniru, Kabupaten Kuningan, Jabar. (Foto: BPBD Kuningan)

KUNINGAN,iNewsKuningan.id– Macan tutul terpantau memasuki wilayah pemukiman Desa Gunungmanik, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran dan keresahan di kalangan masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa penanganan dan pengamanan macan tutul tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan aparat desa setempat serta berbagai pihak terkait lainnya.

"Langkah pertama yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan aparat desa dan pihak terkait lainnya untuk memastikan keamanan masyarakat,” ujar Indra. 

Dia menjelaskan, pemantauan dilakukan di lokasi pemukiman, akses jalan, dan sekitarnya yang dilewati oleh macan tutul. Untuk mengusir macan tutul dan mengembalikannya ke habitatnya, pihak BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) menyebar kotoran singa dan harimau di empat titik lokasi yang dilewati macan tutul.

Selain itu, kamera jebak (camera trap) dipasang di dua titik untuk memantau pergerakan hewan liar tersebut. "Kami juga membunyikan petasan sebagai salah satu upaya untuk menakut-nakuti macan tutul," terangnya.

Kondisi saat ini, aparat desa dan masyarakat melakukan piket patroli secara bergantian untuk memantau pergerakan macan tutul dan mengimbau masyarakat agar berhati-hati. "Masyarakat masih merasa khawatir dan resah dengan keberadaan macan tutul yang masuk ke wilayah pemukiman dan akses jalan," jelas Indra.

Hingga Selasa (16/7) malam, BKSDA bersama TNI, Polri, BPBD, dan aparat desa telah melakukan pengecekan pada camera trap yang dipasang, namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan macan tutul.

"Langkah selanjutnya, kami akan terus memantau pergerakan macan tutul dan berkoordinasi dengan pihak desa serta pihak terkait lainnya,” ungkap Indra.

Selain itu, lanjutnya, untuk memastikan keamanan anak-anak sekolah, pihak desa telah menyediakan angkutan roda empat hingga macan tutul kembali ke habitatnya. Aktivitas warga juga terganggu karena kejadian ini bertepatan dengan musim panen kopi dan tanaman lainnya.

"Kami mengupayakan agar situasi segera normal kembali, dan warga dapat beraktivitas tanpa rasa takut,”harapnya.

Berbagai unsur terlibat dalam penanganan ini termasuk aparat desa, aparat kecamatan, BPBD Kuningan, TNI, Polri, BKSDA, Satpol PP, Perhutani, serta masyarakat setempat. Upaya pemantauan di posko dan patroli bersama dilakukan siang dan malam untuk memastikan keamanan wilayah.(*)

Editor : Andri Yanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut