241 Warga Jabar Meninggal Akibat DBD, Masyarakat Diminta Waspada

Agung Bakti Sarasa
.
Selasa, 13 September 2022 | 19:25 WIB
241 warga Jabar meninggal akibar DBD, masyarakat diminta waspada. (Foto: DOK.iNews.id )

BANDUNG, iNews.id - 241 warga Jabar meninggal akibar DBD, masyarakat diminta waspada. Sedikar 241 warga Jawa Barat meninggal dunia akibat  terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD) dalam satu bulan terakhir.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Ryan Bayusantika Ristandi, saat dikonfirmasi Selasa (13/9/2022).

"Kasus DBD di Jabar mengalami peningkatan dalam kurun waktu sebulan terakhir, dari pekan kedua Agustus tercatat 24.192 kasus dan hingga September ini menjadi 27.010 kasus," ungkap Ryan.

Dikatakan Ryan, dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, tercatat Kota Bandung menjadi daerah terbanyak penyumbang kasus DBD di Jabar selama tahun 2022. Kota Bandung selama tahun 2022 tercatat ada sekitar 4.196 kasus DBD.

"Selain Kota Bandung, daerah lain dengan kasus DBD terbanyak, yakni Kabupaten Bandung yang mencapai 2.777 kasus, Kota Bekasi 2.059 kasus, dan Kabupaten Sumedang 1.647 kasus. Adapun jumlah kasus kematian akibat DBD di Jabar selama 2022 sendiri mencapai 241 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kota Bandung 37 orang, Kabupaten Bandung 37 orang, Kota Tasikmalaya 23 orang, dan Kabupaten Sumedang 15 orang, dengan total kasus kematian akibat DBD selama 2022 mencapai 241 kasus," terangnya.

Ryan juga memprediksi kalau kasis DBD di Jabar akan terus meningkat, terlebih saat ini kondisi cuaca di sebagian besar Kota/Kabupaten di Jabar sudah mulai memasuki musim penghujan. Untuk itu dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap serangan nyamuk dan selalu memperhatikan kebersihan khususnya dilingkungan sekitar tempat tinggal.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap serangan DBD yang ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti itu dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar rumah. Untuk langkah kesiapsiagaan dapat dimulai lewat gerakan jumantik (juru pemantau jentik) dengan melibatkan seluruh anggota keluarga," tambahnya.
 

Editor : Miftahudin
Bagikan Artikel Ini