"Curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama memicu longsor di beberapa desa. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tetapi ada rumah yang terdampak hingga bagian dapur dan ruang tamu ambruk,” ujarnya, Kamis (12/2).
Di Desa Cimulya, Kecamatan Cimahi, sedikitnya enam titik tebing mengalami longsor. Salah satunya tebing setinggi 10 meter yang menutup akses jalan lingkungan penghubung menuju SMPN Satap Cileuya di Dusun Pahing.
Longsoran juga menimpa halaman dan mengancam sejumlah rumah warga di antaranya milik Darkim (60), Warta (71), Rasem (80), Casid (42), Usa (60), dan Karsidi (70). Selain itu, sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa rumah milik Wasta (60).
Secara keseluruhan, empat rumah di desa tersebut terancam, tiga halaman rumah tertutup material longsor, dan akses jalan lingkungan sempat tidak bisa dilalui.
Longsor juga terjadi di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciwaru. Tanah di bagian belakang rumah milik Warni (75) longsor hingga mengancam dapurnya. Tembok penahan tanah (TPT) jalan desa di Dusun Cimanggang turut ambruk di dekat jembatan penghubung antar dusun.
Sementara itu, rumah semi permanen milik Suatma (80) ambruk di bagian dapur akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan diguyur hujan deras.
Di Desa Margacina, Kecamatan Karangkancana, longsor menimpa TPT jalan desa sepanjang sekitar 10 meter dengan tinggi 5 meter. Tebing milik Perhutani juga longsor dan menutup sebagian akses jalan desa serta saluran air.
Akibatnya, tiga titik TPT jalan mengalami kerusakan dengan total panjang terdampak mencapai kurang lebih 50 meter.
Bencana serupa terjadi di Desa Linggaindah, Kecamatan Cilimus. TPT halaman samping rumah milik Dede Suherman (48) sepanjang sekitar 10 meter mengalami longsor.
BPBD mengirimkan tim assessment dan mengimbau pemilik rumah untuk sementara mengungsi saat hujan turun guna mengantisipasi longsor susulan. Saat ini, korban mengungsi ke rumah saudaranya.
Sementara di Desa Kananga, Kecamatan Cimahi, satu unit rumah semi permanen berukuran 15x12 meter milik Arni (56) ambruk pada bagian ruang tamu. Hujan deras memperparah kondisi bangunan yang telah lapuk, hingga akhirnya tidak mampu menahan beban dan untuk sementara korban tinggal di rumah kerabatnya.
BPBD bersama aparat desa, kecamatan, TNI dan Polri telah melakukan koordinasi dan pembersihan material longsor di sejumlah titik. Warga juga dilibatkan dalam kerja bakti membuka kembali akses jalan yang tertutup.
Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
"Kami minta warga berhati-hati, terutama yang tinggal di dekat tebing atau bantaran. Jika ada tanda-tanda longsor, segera laporkan agar bisa ditangani cepat,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
