"Api sangat besar dan berbahaya. Lokasi berada di lingkungan permukiman padat, sehingga potensi perambatan ke rumah warga sangat tinggi,”ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi mata sekaligus pegawai gudang, lanjutnya, sebelum kebakaran terjadi, gudang dalam kondisi kosong. Sekitar pukul 20.50 WIB, dirinya bersama dua rekan kerja meninggalkan gudang untuk mencari makan dan mengunci bangunan.
"Kurang lebih 10 menit kemudian kami kembali, gudang sudah terbakar. Api langsung membesar,”ungkap Abdul.
Melihat api kian tak terkendali, warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun upaya tersebut tak mampu menahan ganasnya kobaran api yang terus membesar.
Situasi semakin mencekam ketika api menjilat bagian atap gudang dan mengancam bangunan di sekitarnya. Tak ingin kebakaran meluas, saksi kemudian menghubungi UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Andri Arga Kusumah langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran beserta 10 personel regu piket ke lokasi kejadian. Untuk mengatasi keterbatasan air, petugas juga meminta bantuan satu unit water supply milik BPBD Kuningan.
"Proses pemadaman berlangsung cukup lama, sekitar tiga jam, termasuk pendinginan. Banyaknya bahan mudah terbakar menjadi kendala utama,”jelasnya.
Selain material berbahaya, petugas juga dihadapkan pada akses suplai air yang jauh dan terbatas, sehingga membutuhkan dukungan tambahan dari BPBD. Proses pemadaman turut melibatkan unsur TNI-Polri, BPBD, anggota PLN, serta warga sekitar.
Dari hasil pendataan sementara, kebakaran diduga kuat dipicu arus pendek atau korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material ditaksir cukup besar, mencapai sekitar Rp540 juta.
Rincian kerugian meliputi barang dagangan yang terbakar senilai Rp300 juta, serta kerusakan bangunan gudang senilai Rp240 juta.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun kerugian cukup besar dan kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama di bangunan usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
