"Nilai pekerjaannya memang tidak kecil, sekitar Rp2 miliar, sehingga perlu kehati-hatian dalam pelaksanaannya. Namun kami upayakan, minggu depan di bulan Januari ini sudah mulai masuk tahapan pengerjaan. Targetnya, jika tidak ada kendala, jembatan yang menjadi akses vital bagi tiga desa ini sudah bisa dilalui kembali sebelum Lebaran,”ujarnya, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Cijemit akan dibiayai melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT), karena kerusakan jembatan tersebut masuk dalam kategori force majeure atau akibat bencana. Seluruh langkah penanganan telah dimatangkan bersama Sekda Uu Kusmana, Kepala BPKAD Deden Kurniawan, Kepala Pelaksana BPBD Indra Bayu Permana, serta jajaran teknis terkait, termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) I Putu Bagiasna.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Dian juga berdialog dengan tokoh masyarakat setempat di Balai Desa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat semangat gotong royong selama proses pembangunan jembatan berlangsung.
Di akhir peninjauan, Bupati Dian menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek, Koramil, camat, dan aparat desa yang sigap menjaga keamanan serta membantu kelancaran arus lalu lintas selama masa darurat.
Bupati Dian optimistis, dengan kebersamaan dan kekompakan seluruh pihak, rehabilitasi Jembatan Cijemit dapat segera diselesaikan sehingga akses transportasi dan aktivitas masyarakat di Kecamatan Ciniru kembali normal.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
