"Insya Allah, kami bertiga berangkat malam ini menuju Bandara Soekarno-Hatta. Penerbangan dijadwalkan pukul 20.35 dan mudah-mudahan sekitar pukul 23.55 sudah tiba di Banda Aceh,”ujar dr Asep, Senin (5/1).
Setibanya di Aceh, tim akan langsung melakukan persiapan lanjutan, termasuk membelanjakan sejumlah kebutuhan yang sulit diperoleh di daerah asal. Perhatian khusus diberikan kepada kebutuhan anak-anak terdampak bencana, seperti penyediaan susu dan perlengkapan pendukung kesehatan lainnya.
Misi kemanusiaan ini tidak sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan pendampingan bagi para korban yang tengah berjuang memulihkan diri. Dokter Asep menegaskan, tim akan terlibat langsung di rumah sakit darurat, terutama pada layanan kamar operasi.
"Kami membawa berbagai jenis obat-obatan untuk kebutuhan operasi, mulai dari obat bius, antibiotik, obat antinyeri hingga perawatan luka. Selain obat generik, kami juga membawa obat-obatan paten karena di lapangan ditemukan kasus infeksi yang tidak bisa ditangani dengan obat standar,”jelasnya.
Aksi kepedulian ini merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi dan institusi. Tim Medis Kuningan dibersamai oleh Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli), serta didukung oleh IDI, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), RSUD 45 Kuningan, dan RSUD Linggajati.
"Mereka yang memfasilitasi keberangkatan kami. Alhamdulillah, dukungan penuh juga diberikan oleh para direktur RSUD 45 dan RSUD Linggajati,”terangnya.
Selama berada di Banda Aceh, tim merencanakan dua kegiatan utama. Selain pelayanan pengobatan dan tindakan operasi, mereka juga akan melakukan surveilan mobile untuk memetakan titik-titik yang berpotensi menjadi sasaran program lanjutan bantuan kemanusiaan.
"Insya Allah, kami akan berada di Aceh sekitar 14 hari. Semoga kehadiran kami bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
