"Tidak ada korban jiwa. Namun pohon petai berdiameter sekitar 80 sentimeter dengan tinggi 10 meter tumbang, dan rantingnya menimpa dua rumah warga,”ujarnya, Selasa (2/12).
Rumah yang terdampak masing-masing milik H Ibad (33) yang dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa, serta rumah milik Masturi (58) dengan satu kepala keluarga dan lima jiwa. Keduanya mengalami kerusakan ringan pada bagian atap.
Ia menjelaskan, tumbangnya pohon dipicu oleh hujan deras yang terjadi bersamaan dengan angin kencang.
"Cuaca ekstrem ini menyebabkan pohon tidak mampu bertahan dan akhirnya roboh,”jelasnya.
BPBD Kuningan langsung mengirimkan Tim Assessment untuk melakukan pengecekan di lokasi, sementara aparat desa, kecamatan, unsur TNI-Polri, dan masyarakat melakukan penanganan awal secara swadaya.
"Sejak pagi penanganan sudah dilakukan bersama-sama oleh aparat desa dan warga. Koordinasi lanjutan akan kami lakukan dengan pemerintah desa dan pihak terkait, untuk memastikan kebutuhan penanganan berikutnya,”katanya.
Hingga kini proses penanganan masih berlangsung. BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih dapat terjadi.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
