"Atap bangunan pesantren ini roboh akibat terjangan angin kencang. Kami bersama warga dan aparat desa melakukan evakuasi hingga malam hari agar tidak lagi membahayakan,”ujar Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, kepada wartawan, Jumat (29/8).
Apabila tidak segera ditangani, lanjutnya, atap yang roboh tersebut bisa semakin membahayakan lingkungan sekitar. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, estimasi kerugian akibat robohnya atap baja ringan ini mencapai Rp30 juta. Kami mengimbau agar masyarakat selalu melaporkan segera, bila ada kejadian serupa agar penanganan bisa cepat dilakukan,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait