Pj Bupati Raden Iip Ekspedisi Situs Batu Naga Kuningan hingga Puncak Gunung Tilu

Andri Yanto
Pj Bupati Kuningan Dr H Raden Iip Hidajat melakukan ekspedisi ke sejumlah situs bersejarah di Kabupaten Kuningan, Jabar. (Foto: Ist)

KUNINGAN,iNewsKuningan.id - Pj Bupati Kuningan Dr H Raden Iip Hidajat melakukan ekspedisi ke sejumlah situs bersejarah di Kabupaten Kuningan, Jabar. Adapun lokasinya yakni Situs Batu Kuta Tingkem, Situs Batu Naga Kuningan hingga Puncak Gunung Tilu.

Gunung Tilu merupakan Gunung tidak aktif atau bukan berapi yang terletak dekat perbatasan Kuningan (Jabar) dan Brebes (Jateng). Secara administratif pemerintahan, Gunung Tilu termasuk ke dalam wilayah Desa Jabranti, Kecamatan Karangkancana dan Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum di Kuningan.

Ekspedisi ini sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah melalui cagar budaya dan pariwisata. Rombongan Pj Bupati Raden Iip mengawali perjalanan ekspedisi mulai dini hari dari titik pemberangkatan Pendopo Kuningan.

Saat sampai di Dusun Banjaran di Desa Jabranti, rombongan beristirahat untuk melaksanakan Salat Subuh pada Jumat (16/2). Tak lama, perjalanan berlanjut menuju 3 lokasi yaitu Situs Batu Kuta Tingkem, Situs Batu Naga Kuningan, dan Puncak Gunung Tilu.

Melalui keterangan persnya, Pj Bupati Raden Iip mengaku, perjalanan ekspedisi ini untuk melihat titik rupabumi atau titik triangulasi, yang merupakan titik batas daerah antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Jawa Barat ada Kabupaten Kuningan, dan Jawa tengah ada Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes, titik kulminasinya ada di Puncak Gunung Tilu. Nah tidak jauh dari situ ada situs Batu Naga. Konon kabarnya 500 tahun sebelum masehi sudah ada, situs ini menunjukkan kepada kita bahwa ada peradaban luar biasa di Kabupaten Kuningan,” ungkapnya.

Kemudian setelah menuruni Puncak Gunung Tilu, rombongan Pj Bupati Kuningan melaksanakan Salat Jumat di Desa Jabranti. Setelah itu mengunjungi gugusan Goa Indrakila yang terletak di Desa Karangkancana.

“Kunjungan kita ke Goa Indrakila ini kaitannya dengan memelihara cagar budaya, kami ke sini untuk melihat potensi wisata ke depan. Namun kami berkomitmen nantinya potensi wisata ini tidak akan mengganggu habitat. Tadi saya ke dalam ada banyak kelelawar, karena habitatnya memang di sini. Nah kita lihat potensi ini dikembangkan untuk wilayah Kuningan timur, tetapi tidak menganggu habitat,” pungkasnya.(*)

Editor : Andri Yanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network