KUNINGAN,iNEWS.ID–Hujan dengan intensitas tinggi hingga lebat yang mengguyur wilayah Kuningan menyebabkan bencana tanah longsor di dua lokasi berbeda. Yakni Desa Jalaksana di Kecamatan Jalaksana dan Desa Singkup di Kecamatan Japara.
Akibatnya, akses jalan kabupaten hingga jalan usaha tani terganggu, bahkan nyaris amblas. Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana mengatakan, longsor pertama terjadi di Desa Jalaksana.
"Tebing dengan panjang sekitar 10 meter, tinggi 12 meter, dan lebar 3 meter longsor dan menimpa sebagian aliran Sungai Cihurang serta berada tepat di sisi jalan kabupaten," ucapnya, Kamis (1/1).
Menurutnya, longsoran berdampak pada terganggunya akses jalan dan aliran Sungai Cihurang. Namun, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"BPBD telah menerjunkan tim assessment ke lokasi. Bersama aparat desa, masyarakat, dan unsur TNI-Polri, kami juga memasang rambu-rambu peringatan serta menutup area longsoran menggunakan terpal untuk mencegah longsor susulan,”katanya.
Ia menjelaskan, hujan deras yang berlangsung cukup lama membuat kondisi tanah di sekitar jalan menjadi labil hingga akhirnya runtuh. Menyikapi kejadian itu, aparat desa setempat langsung berkoordinasi dengan kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD Kuningan.
Selain di Jalaksana, bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Singkup, Kecamatan Japara. Longsor di Blok Kardi tersebut memiliki panjang sekitar 20 meter, tinggi 11 meter, dan lebar 7 meter. Material longsoran dengan ketebalan mencapai 3 meter menutup total akses jalan usaha tani di wilayah tersebut.
"Dampaknya cukup signifikan. Jalan usaha tani terputus dan sekitar dua hektare sawah bengkok di Dusun Pahing dilaporkan rusak akibat tertimbun material longsor,”ungkapnya.
Menurutnya, kejadian di Desa Singkup juga dipicu hujan deras yang menyebabkan tebing di sekitar jalan tidak mampu menahan beban air. Akibatnya, jalan di Blok Kardi RT 02 RW 01 Dusun 1 tidak bisa dilalui sama sekali.
BPBD Kuningan bersama aparat desa, kecamatan, TNI, dan Polri telah melakukan koordinasi awal dan menerjunkan tim assessment ke lokasi. Untuk penanganan lanjutan, BPBD mencatat kebutuhan mendesak berupa alat berat guna membersihkan material longsoran dan membuka kembali akses jalan.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait
