KUNINGAN,iNEWS.ID–Kepanikan melanda warga di Desa Kalimanggis Wetan, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, Kamis (28/8) malam.
Api tiba-tiba melahap lahan seluas 5 hektare, dan sempat mengancam bangunan peternakan ayam yang berada di sekitar lokasi.
Kronologi bermula sekitar pukul 18.25 WIB ketika sejumlah warga yang tengah bekerja di peternakan ayam, melihat kobaran api membakar lahan di depannya. Hanya dalam hitungan menit, api semakin membesar dan membuat warga panik.
Khawatir merembet ke bangunan peternakan, warga segera menghubungi ke perangkat desa dan dilaporkan Polsek dan Koramil Cidahu. Upaya pemadaman awal dilakukan secara manual bersama warga, namun api justru makin meluas.
Situasi ini membuat laporan diteruskan ke UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan. Empat petugas bersama satu unit kendaraan pemadam dikerahkan ke lokasi.
Mereka berjibaku bersama aparat Polsek, Koramil, Satpol PP BKO Kecamatan Kalimanggis, aparat desa, karyawan peternakan, dan warga sekitar. Setelah sekitar satu jam, api berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan.
Kepala UPT Damkar Kuningan Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengungkapkan dugaan awal kebakaran disebabkan oleh pembakaran sampah rumah tangga yang tidak terkendali. Api kemudian merembet ke lahan semak belukar dan alang-alang yang kering.
"Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare dari total 15 hektare. Untungnya lahan yang terbakar hanya berupa semak dan alang-alang yang tidak memiliki nilai ekonomis. Namun asap pekat sempat menimbulkan kepanikan dan berpotensi mengganggu pernafasan warga,”jelasnya.
Menurutnya, kondisi angin kencang sempat memperbesar kobaran api, tetapi sekaligus membantu mempercepat padamnya api karena adanya sekat alami berupa jalan dan kebun.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik dari tungku, gas, listrik, maupun pembakaran sampah
"Selalu periksa kondisi selang dan regulator gas, hindari colokan listrik yang menumpuk, serta gunakan kabel dan lampu listrik berstandar SNI agar terhindar dari korsleting. Pemerintah desa maupun perusahaan juga wajib menyiapkan proteksi kebakaran seperti APAR dan tandon air di lingkungannya,”pungkasnya.***
Editor : Andri Yanto
Artikel Terkait